Dokumen Dana Kampanye Disita KPK Periksa Ketua KPU Cilegon 4 Jam Jumat, 29 Juni 2012 | 22:38:24 WIB | 138 HITS CILEGON - Pemeriksaan kasus dugaan korupsi pembangunan tiang pancang Dermaga Pelabuhan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya semakin melebar. Setelah serentetan pemeriksaan saksi-saksi mulai dari pejabat, kontraktor, anggota Badan Anggaran DPRD Cilegon, hingga pihak ketiga, lembaga superbodi itu, kemarin (29/6), memeriksa Ketua KPU Cilegon, Syaeful Bahri.
Syaeful diperiksa sebagai saksi atas tersangka mantan Walikota Cilegon, Tb Aat Syafa\'at, selama kurang lebih empat jam. Dia diperiksa lantaran diduga ada aliran dana dari proyek pembangunan Kubangsari sebesar Rp 50 miliar yang mengalir ke calon walikota dalam Pemilihan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Cilegon 2010. Dalam Pilkada 2010 ada lima calon walikota/wakil walikota yang maju, yakni Humaidi Husen-Faridatul Fauziah, Tb Iman Ariyadi-Edi Ariadi, Ali Mujahidin-Syihabudin Sibli, Helldy Agustian-Djuher Arief, dan Achyadi Yusuf-Irvin Andalusianto.
Syaeful yang dikonfirmasi Radar Banten (WSM Group) mengatakan, saat pemeriksaan penyidik KPK menanyakan seputar pencalonan dan hal-hal yang berkaitan dengan dana kampanye kelima pasangan tersebut. “Saya baru keluar setengah empat sore (kemarin-red). Saya ditanya seputar pilkada,” ujarnya.
Selain itu, ujarnya, penyidik KPK menyita lima dokumen yang di antaranya, yaitu berkas pencalonan pasangan walikota/wakil walikota, dana kampanye, dan surat pernyataan dukungan. “Semua sudah ada di tangan KPK,” jelasnya.
Syaeful mengaku tidak mengingat jumlah dana kampanye masing-masing calon walikota/wakil walikota saat pilkada 2010. “Kalau soal itu saya lupa,” ungkapnya.
Selain memeriksa Ketua KPU Cilegon, sehari sebelumnya, Kamis (28/6), penyidik KPK kembali memeriksa mantan Dirut PT Krakatau Steel (KS) Fazwar Bujang. Fazwar yang baru saja pensiun kepada Radar Banten mengatakan, kedatangannya ke gedung KPK hanya pemeriksaan lanjutan. “Hanya menyelesaikan hasil-hasil pemeriksaan terhadap saya terdahulu, yang sebenarnya PT KS sama sekali tidak bersinggungan dengan proses maupun pembangunan tiang pancang Dermaga Pelabuhan Kubangsari,” jelasnya.
Pembangunan Dermaga Pelabuhan Kubangsari dilakukan pada 2010 dengan alokasi anggaran senilai Rp 50 miliar. Pemkot Cilegon melalui APBD 2010 mengalokasikan Rp 30 miliar pada pembangunan tahap pertama tiang pancang dermaga. Tambahan anggaran kembali dikucurkan pada APBD Perubahan senilai Rp 20 miliar untuk pengerjaan tahap kedua.
Pembangunan tiang pancang Dermaga Pelabuhan Kubangsari dikerjakan PT Galih Medan Perkasa (GMP) sebagai pemenang tender. PT GMP dinyatakan sebagai pemenang tender karena mendapat nilai tertinggi dalam evaluasi administrasi dan teknis terhadap 240 peserta lelang pembangunan Pelabuhan Kubangsari yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). PT GMP memiliki pengalaman membangun Dermaga III Pelabuhan Merak pada 2003.
Dermaga Kubangsari sesuai detail engineering desain (DED) memiliki lebar 50 meter dengan sandaran kapal sepanjang 310 meter dan luas 310 meter. Dermaga dibangun di kedalaman laut antara 12 sampai 15 meter untuk kapal berbobot maksimal 30 ribu dwt. (air/zen/radarbanten/wmc) |
||
| |
|
Daerah
Daerah | Selasa, 14 Mei 2013
Bupati Tangerang: Kita Kekurangan SDM |
Nasional
Pemerintahan | Senin, 20 Mei 2013
BKS Prodi Magsiter Konotariatan PTN Aktif Lagi |
|
Ekonomi
Finansial | Senin, 20 Mei 2013
Pemilu Diprediksi Dorong Pertumbuhan Ekonomi 0,2 % |
Wisata
Hidup Sehat | Senin, 20 Mei 2013
Sigi Wimala Rutin Lari Maraton |
|
Tekno
Gadget | Senin, 06 Mei 2013
XL Luncurkan Layanan XL Nonton |
Entertainment
Selebriti | Senin, 20 Mei 2013
Ayu Dewi Pilih-pilih Kerjaan. |
|
Sports
All Sport | Senin, 20 Mei 2013
Persija Datangkan Pemain Hongkong |
Internasional
Internasional | Senin, 20 Mei 2013
Gara-gara Flu Burung, Cina Rugi Rp 634 Triliun |

