|
Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional akan Dikoreksi Sabtu, 20 Juli 2012 | 22:10:22 WIB | 57 HITS JAKARTA - Pemerintah akan kembali mendiskusikan kisaran target pertumbuhan ekonomi nasional 2013 seiring meluasnya ketidakpastian ekonomi global akibat krisis utang Eropa dan perlambatan ekonomi negara-negara berkembang. Terkait krisis global itu, proyeksi perekonomian global 2013 telah dikoreski menjadi 3,9 persen. Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo menyebutkan, target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebanyak 6,8-7,2 persen pada 2013. Angka tersebut disusun dengan proyeksi ada perbaikan kondisi perekonomian di Eropa. "Yang kemarin itu disusun dengan kondisi kemungkinan ada perubahan membaiknya perkembangan di Eropa. Makanya kita tempatkan di angka kisaran 6,8-7,2 persen," ujarnya dalam rapat koordinasi di kantornya, Jakarta, Jumat (20/7). Meski mempertimbangkan kondisi Eropa, kata Agus, pemerintah juga tetap memperhatikan kawasan lain seperti China dan India. Kedua neara itu sejauh ini banyak mengimpor barang dari Indonesia. ‘’Selain itu, koreksi harga komoditas juga menjadi pertimbangan pemerintah dalam memfinalisasi target pertumbuhan ekonomi pada 2013,’’ ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Plt Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan target 6,8-7,2 persen tersebut didasarkan pada proyeksi ekonomi global yang kemungkinan pertumbuhannya naik dari 3,5 persen pada 2012 menjadi 4,1 persen pada 2013. Namun, Bambang memaparkan, dalam laporan World Economic Outlook (WEO) yang dilansir Dana Moneter Internasional (IMF), terjadi koreksi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 4,1 persen menjadi 3,9 persen pada 2013. "Kita memang harus menerima bahwa pada saat lalu kita harapkan range-nya memang 6,8-7,2 persen. Tetapi kalau situasi itu di luar kehendak kita, ya kita mungkin harus bicara karena kita yang penting adalah realistis dan tentunya kredibel," tuturnya. Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Latif Adam, menilai, target pertumbuhan ekonomi nasional 6,8-7,2 persen pada 2013 kurang realistis. Pasalnya, kondisi ekonomi global masih penuh dinamika negatif yang mengganggu kinerja ekonomi nasional, utamanya jalur perdagangan. "Kecuali kalau pemerintah punya formulasi baru untuk menggantikan peran ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi, karena konsumsi domestik juga ada batasnya," ungkapnya kepada WMC via telepon kemarin. Sektor ekspor menjadi sorotannya karena memiliki efek domino dalam perekonomian. "Apabila ekspor turun, penerimaan negara dan perusahaan ikut turun, akibatnya pendapatan dan konsumsi masyarakat ikut turun," kata Latif.
|
||
| |
|
Daerah
Daerah | Selasa, 14 Mei 2013
Bupati Tangerang: Kita Kekurangan SDM |
Nasional
Politik | Rabu, 22 Mei 2013
Naikan BBM, Keluarkan BLT Bukan Solusi |
|
Ekonomi
Bisnis | Selasa, 21 Mei 2013
Jasa Asuransi Paling Banyak Diadukan Ke OJK |
Wisata
Hidup Sehat | Senin, 20 Mei 2013
Sigi Wimala Rutin Lari Maraton |
|
Tekno
Software & Hardware | Selasa, 21 Mei 2013
Panasonic Hadirkan Smart TV Made Easy |
Entertainment
Selebriti | Rabu, 22 Mei 2013
Reza Rahardian Main Film Buat Ekspresi Diri |
|
Sports
All Sport | Rabu, 22 Mei 2013
Macan Kemayoran Tahan Imbang Dewa Laut |
Internasional
Internasional | Rabu, 22 Mei 2013
Ahmadinejad Ajukan Gugatan Atas Diskualifikasi Mashaei |

